Sep 22, 2017

# ParkYoochun

Melalui Konferensi Pers, Wanita Yang Mengklaim Dirinya Jadi Korban Park Yoochun Mencurahkan Isi Hati


Pada tanggal 21 September, wanita ke-2 yang melaporkan Park Yoochun atas kekerasan seksual menggelar konferensi pers setelah berakhirnya persidangan di pengadilan tinggi Seoul. Ia hadir bersama kuasa hukumnya dan mulai membuka pengalaman pahit yang ia alami.

Ia menyatakan, "Setelah melakukan hubungan badan yang tidak diinginkan itu, seluruh tubuh saya terasa sakit dan saya sangat ingin pulang kerumah. Karena saya berpikir bahwa tidak ada seorangpun yang akan percaya pada saya, saya sampai berpikir bahwa akan lebih baik jika menyalakan briket batu bara, lalu bunuh diri, dan membiarkan investigasi berjalan dengan sendirinya setelah mereka menemukan ponsel saya."

"Saya telah mengatakan pada polisi, namun saya tidak yakin mereka akan percaya pada saya karena ia adalah seorang figur yang terkenal. Dan saya juga takut akan mendapat balasan jadi saya menarik laporan saya. Saya yakin goncangan yang saya alami ini akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu, tapi ternyata tidak. Saya masih menyimpan dan memiliki pembalut yang saya pakai saat itu. Saya tidak bisa bernafas setiap kali saya melihat dia..."


Ia menjelaskan kenapa ia memutuskan untuk tetap mengajukan laporan. "Saya melihat berita bahwa seseorang juga menjadi korban kekerasan seksual seperti saya. Jadi saya langsung mengirim pesan ke 112 (polisi). Namun setelah saya membuat laporan, saya mengalami masa-masa sulit. Saya telah mengambil tindakan hukum, namun ia malah berbalik melaporkan saya atas tuduhan palsu. Kejadian itu (kekerasan seksual) masih ada di ingatan saya dengan jelas, jadi saya tidak berfikir ini semua akan berakhir ke persidangan."

"Selama masa investigasi, saya diminta untuk merubah laporan saya 'kekerasan seksual' menjadi 'prostitusi'. Saya tidak bisa menerimanya karena itu bukanlah kebenarannya. Saya juga tidak berfikir bahwa saya akan dilaporkan kembali atas tuduhan palsu. Ini (tempat kejadian perkara) adalah sebuah tempat hiburan yang legal yang jauh dari prostitusi. Namun ada banyak sekali gosip yang tidak benar. Saat jaksa mengirimkan surat penahanan, saya sangat takut sampai saya menangis.."

Berdasarkan persidangan terakhir, wanita ini dinyatakan 'tidak bersalah' atas tuduhan palsu.

source. (1)

No comments:

Post a Comment