Oct 4, 2017

# K-Movie # ReviewFilmKorea

REVIEW FILM KOREA : A TAXI DRIVER


Satu kata buat film ini, DAEBAK!
Dan menurutku ini adalah salah satu film Korea yang wajib ditonton!

Film "A Taxi Driver" adalah film yang diangkat dari kisah nyata. Bercerita tentang seorang supir taksi yang membawa penumpang seorang wartawan dari Jerman yang datang ke Korea untuk meliput sebuah peristiwa pahit dalam sejarah Korea. Dibintangi oleh Song Kang Ho, Thomas Kretschmann, Yoo Hae Jin dan Ryu Jun Yeol, film ini telah menjadi film yang paling banyak ditonton di Korea pada tahun 2017.

Film yang disutradarai oleh Jang Hoon ini telah menyedot lebih dari 12 juta penonton. Dan film ini juga menjadi film yang diajukan ke penghargaan film dunia "The Academy Award" untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik.

baca juga : "A Taxi Driver" diikutsertakan di penghargaan film dunia The Academy Award!

Mengenai akting para pemainnya, tak perlu kita bahas lah ya, karena sudah pasti nama besar seperti Song Kang Ho adalah sebuah jaminan mutu. Yang menjadi perhatianku justru adalah aktor Thomas Kretschmann, karena ia bukan orang Korea. Dalam sebuah wawancara, ia pernah berkata bahwa saat ia menjalani syuting untuk film Korea ini, ia terkendala dengan bahasa. Ia telah beberapa kali bermain di film dari negara lain, namun menurutnya bahasa Korea adalah yang paling sulit karena ia tidak tahu kapan seseorang telah selesai bicara, menurutnya intonasi bicara orang Korea sangat datar, sehingga terkadang ia tidak tahu kapan saatnya ia harus mengucapkan dialog naskahnya.

Film ini menceritakan kisah pahit kediktatoran militer yang terjadi di Gwangju pada bulan Mei tahun 1980. Ratusan penduduk dibunuh, dan mereka yang melakukan aksi protes langsung ditindak dengan kejam. Namun penulis dan sutradara film ini menceritakan sejarah naas tersebut dari sisi seorang supir taksi yang berasal dari Seoul dan mengemasnya dengan sangat apik sehingga peristiwa kelam tersebut dapat diceritakan kepada generasi muda dengan cara yang hangat dan menyentuh hati.

Storyline

Kim Man Seob (diperankan Song Kang Ho) adalah seorang supir taksi Seoul yang mengalami kesulitan keuangan. Ia tidak mampu membayar biaya sewa rumah yang ditempatinya. Istrinya telah meninggal karena menderita sebuah penyakit dan ia hanya hidup bersama dengan anak perempuannya yang berusia 11 tahun. Karena kondisi ekonomi mereka, Kim Man Seob bahkan tidak dapat membelikan sepatu baru untuk anaknya.

Jurgen Hinzpeter (diperankan Thomas Kretschmann) adalah seorang reporter yang berasal dari Jerman yang telah bertahun-tahun bertugas di Jepang hingga ia telah merasa jenuh. Saat ia mendengar bahwa terdapat sebuah aksi protes dan junta militer di Gwangju, tanpa pikir panjang ia langsung berangkat ke Korea untuk meliput peristiwa bersejarah tersebut.

Karena terbebani dengan uang sewa rumah dan keinginannya untuk membelikan sepatu untuk anaknya, ia langsung mengambil kesempatan saat ia mendengar ada orang asing yang ingin diantar ke Gwangju dengan bayaran 100.000 won. Disinilah akhirnya ia dipertemukan dengan Jurgen Hinzpeter. Namun Kim Man Seob tidak mengetahui peristiwa apa yang sedang terjadi di Gwangju pada saat itu.

Dalam perjalanan mengantarkan Jurgen Hinzpeter ke Gwangju, seluruh akses jalan menuju Gwangju telah diblokade oleh pasukan tentara. Namun karena iming-iming bayaran mahal, maka ia mencari segala cara untuk bisa mengantar Jurgen Hinzpeter sampai ke tujuan dan kemudian kembali lagi ke Seoul pada malam harinya.

Kondisi Gwangju pada hari itu cukup berbahaya. Semua jalan diblokade, sambungan telepon diputus, aksi protes masyarakat dibungkam dengan sadis, dan wartawan tidak dibiarkan untuk memberitakan apa yang saat itu sedang terjadi disana. Sesampai di Gwangju, Hinzpeter langsung bertemu dengan rombongan mahasiswa yang akan melaksanakan aksi protes. Salah satu dari mahasiswa tersebut bernama Gu Jae Shik (diperankan Ryu Jun Yeol), ia adalah satu-satunya mahasiswa yang dapat berbicara bahasa inggris.

Karena kondisi Gwangju cukup berbahaya, Kim Man Seob goyah dan berpikir untuk meninggalkan Gwangju dan Hinzpeter dan kembali ke Seoul. Dalam perjalanannya meninggalkan Gwangju, ia bertemu dengan seorang nenek yang ingin menumpang taksinya. Anak nenek tersebut sedang dirawat di rumah sakit karena ditindak oleh tentara militer. Kim Man Seob akhirnya mengantar nenek tersebut ke rumah sakit, dan ternyata ia kembali dipertemukan dengan Hinzpeter dan Gu Jae Shik dirumah sakit tersebut.

Mengetahui aksi Kim Man Seob yang lari dari tanggung jawabnya sebagai seorang supir taksi, ia dihujat oleh supir taksi lainnya. Namun ia lalu dibela oleh seorang supir taksi yang baik hati bernama  Hwang Tae Sool (diperankan Yoo Hae Jin). Petualangan Hinzpeter untuk meliput aksi junta militer dan aksi protes tersebut akhirnya dimulai. Ia lalu menjadi buronan pemerintah setempat dan terancam dibunuh karena aksinya meliput keadaan di Gwangju. Gu Jae Shik yang ikut membantu Hinzpeter berhasil ditangkap oleh tentara berbaju preman dan dibunuh.

Karena taksi Kim Man Seob mogok, mereka terpaksa menginap di Gwangju. Hwang Tae Sool berbaik hati mengajak mereka untuk menginap dirumahnya. Namun Kim Man Seob terus teringat pada anaknya yang sendirian dirumah. Ia merasa bahwa ini semua adalah keputusan yang salah. Pada saat subuh, Kim Man Seob pergi meninggalkan Gwangju dan Hinzpeter. Ia ingin selamat dan bisa kembali menemui anaknya.

Dalam perjalanan, ia mengalami pergolakan batin, ia ingin pulang, namun di satu sisi ia tidak bisa meninggalkan Hinzpeter terancam dibunuh di Gwangju. Hati nuraninya lalu berkata bahwa ia harus kembali ke Gwangju untuk menyelamatkan Hinzpeter agar berita tentang kondisi di Gwangju dapat disiarkan ke seluruh penjuru dunia.

Ending film ini cukup menyayat hati namun juga membahagiakan. Sampai akhir hidupnya, Hinzpeter masih terus teringat pada kebaikan hati Kim Man Seob. Namun Kim Man Seob tak pernah mengungkap identitasnya yang sebenarnya kepada Hinzpeter, ia memperkenalkan dirinya bernama Kim Sa Bok. Dan sejak peristiwa tersebut, Hinzpeter tidak pernah bertemu lagi dengan Kim Man Seob.

Bisa dibilang Kim Man Seob adalah seorang pahlawan yang jasanya tidak tercatat dalam sejarah. Jika saja saat itu Kim Man Soeb tidak kembali lagi ke Gwangju untuk menjemput Hinzpeter, dunia tidak akan pernah tahu kondisi pembantaian di Gwangju dan akan semakin banyak nyawa yang melayang.

______________

Overall film ini sangat bagus dan terlihat lebih bagus lagi karena ini diangkat dari kisah nyata. Bahkan Presiden Korea Selatan, Moon Jae In, menonton film ini bersama dengan istri mendiang Hinzpeter demi memberi sebuah penghargaan atas jasa besar suaminya.


Yang lucu dari drama ini adalah bagaimana seorang supir taksi dengan kemampuan bahasa inggris yang pas-pas-an berkomunikasi dengan orang Jerman. Bikin gemes lho adegan ini.. kkkkk

Mengenai akting Ryu Jun Yeol, patut diacungi jempol. Walaupun adegan yang ia perankan tidak terlalu banyak, tapi ia berhasil memerankan karakter Gu Jae Shik dengan sangat baik. Ia berdialog dengan menggunakan dialek Gwangju.

Dan tentu saja aku sedih ya... kenapa Ryu Jun Yeol karakternya dibikin meninggal lagi? Di film yang ia bintangi sebelumnya yaitu "The King" karakternya juga meninggal. Jangan bilang di film terbarunya bersama Choi Min Shik dan Park Shin Hye, karakternya juga akan meninggal... ANDWE!

Ini lagu OST A Taxi Driver yang dinyanyikan oleh Akdong Musician berjudul "Short Hair", lagu aslinya dinyanyikan oleh Cho Yong Pil.


Sekian review dariku, makasih udah luangkan waktu buat baca.. Nantikan review-review drama atau film Korea lainnya, kamsahamnida!

No comments:

Post a Comment