REVIEW FILM KOREA : LITTLE FOREST


Sebagai fans Ryu Jun Yeol, gw merasa gagal, soalnya film "Little Forest" ini telah rilis pada bulan Februari 2018 dan baru hari ini (November 2018) gw kelar nonton! #maapkeunOppa

Film "Little Forest" diangkat dari sebuah manga Jepang dengan judul yang sama karya Daisuke Igarashi yang diterbitkan pada tahun 2012. Film ini dibintangi oleh tiga bintang muda yaitu Kim Tae Ri, Ryu Jun Yeol dan Jin Ki Joo dan aktris senior Moon So Ri.

Syuting film besutan Yim Soon Rye ini dilakukan di sebuah desa di Provinsi Gyeongsang dan proses syutingnya memakan waktu 1 tahun karena mereka harus memfilmkan dalam 4 musim sekaligus. Dengan budget produksi sebesar 1,4 juta dollar, film ini berhasil meraup pendapatan sebesar 7,5 juta dollar dengan jumlah penonton melebihi 1,3 juta.

SINOPSIS

Kim Tae Ri sebagai Hye Won
Ryu Jun Yeol sebagai Jae Ha
Jin Ki Joo sebagai Eun Sook
Moon So Ri sebagai ibu Hye Won


Lelah dengan kehidupan di kota besar dan tidak lulus ujian profesi guru, ia memilih untuk pulang ke desa. Ia kembali bertemu dengan teman-teman di kampung halamannya, Jae Ha dan Eun Sook.

Dulu, ia memutuskan untuk mencari pekerjaan di Seoul karena bosan dengan kehidupan di desa dan ingin membuktikan pada sang ibu bahwa ia bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik diluar sana. Namun ternyata semua tidak berjalan seperti yang ia harapkan.

Selama berada di desa, Hye Won mulai menemukan hal-hal baru yang bisa mengalihkan pikirannya yang kalut. Ia menikmati memasak makanan sendiri, bercocok tanam dengan teman-temannya sampai ia lupa bahwa ia telah menghabiskan 4 musim berada di desa.

MY REVIEW

Nonton film ini bikin gw jadi kangen ama masakan ibu yang legendaris dan selalu terasa ueenakk di lidah! Buat kalian yang merantau untuk kerja di kota besar dan jauh dari keluarga, film ini bakalan terasa hangat dan bikin kamu rindu suasana kampung kakek-nenek kita.



Rasanya adeeeemm banget liat pemandangan sawah terhampar hijau dan desa yang sepi di film ini. Seperti yang gw sebutkan diatas bahwa film ini merangkum cerita selama 4 musim yaitu musim dingin, musim semi, musim panas dan musim gugur. Dan gw pernah baca berita bahwa proses syuting film ini benar-benar dilakukan dalam 4 musim yang berbeda. Jadi habis syuting di musim dingin... nti beberapa bulan kemudian para pemain akan bertemu lagi di musim berikutnya. Bagi gw itu wow banget.. mengingat masing-masing pemain pasti punya jadwal yang padat kan.

Dari segi jalan cerita, sebenernya gw merasa film ini agak datar karena ga ada plot/konflik yang bikin greget. Sepanjang 103 menit, film ini lebih banyak berisi adegan masak-memasak dan bercocok tanam dengan sinematografi yang indah. Loveline-nya juga ngambang.



Ngomongin tentang adegan masak, adegan masaknya tu seru lho menurut gw. Gw jadi pengen nyobain resep-resep masakan dengan bahan-bahan yang dipetik sendiri dari kebun. Di film ini ada masakan macam spageti gitu trus ditaburin bunga, gw kan jadi kepo, rasanya kayak gimana ya makan bunga?? Trus ada sawi putih digoreng tepung, heummm... serius nih, jiwa-jiwa koki yang lama terpendam di diri gw jadi muncul.. kkkkk! Tapi ada satu hal yang bikin gw gagal fokus adalah alat-alat masaknya kok bagus ya.. hehe.. agak kurang match dengan kondisi rumah di pedesaan.

Gw pribadi agak kurang bisa menangkap apa yang penulis coba sampaikan melalui film ini. Tapi ada satu hal yang gw petik dari film ini yaitu kadang kita butuh keberanian untuk melepaskan sesuatu yang menghalangi kebahagiaan kita. Seperti tokoh Jae Ha (Ryu Jun Yeol) yang berani untuk meninggalkan pekerjaannya di kota dan memilih untuk menjadi petani di desa. Bahwa kebahagiaan tidak hanya diukur dari materi tapi bagaimana kita bisa menikmati hidup ini sepenuhnya... how to live our life to the fullest.

baca juga :
Tentang akting para pemain, menurut gw film ini adalah waktu bagi mereka untuk "rehat" dari karakter-karakter yang menuntut kemampuan akting yang berat. Kim Tae Ri ini kan habis maen di film "The Handmaiden" dan "1987" yang mana menurut gw kedua film itu adalah film yang bertema "berat" dan kedua film itu juga telah banyak menyabet penghargaan bergengsi. Sementara itu Ryu Jun Yeol, dalam waktu yang berdekatan ia habis main di film "The King", "A Taxi Driver" dan "Blackened Heart" yang semuanya juga memiliki genre yang menuntut kualitas tinggi.  Kalo Jin Ki Joo, ini adalah proyek film pertamanya.

Bukan berarti film ini kurang berbobot atau kurang berkualitas, gw hanya mencoba untuk mendiskripsikan film ini sebagai film yang ringan untuk ditonton dan membuat hati terasa adem.

No comments