REVIEW FILM KOREA : ON YOUR WEDDING DAY


Film yang dibintangi oleh aktor Kim Young Kwang dan aktris Park Bo Young ini bercerita tentang kisah seorang pria yang mengejar wanita yang ia cintai selama 10 tahun.

Film ini telah direncanakan sejak tahun 2015 namun proses syuting baru dilakukan pada bulan September 2017 dan resmi dirilis di bioskop pada 22 Agustus 2018.

Dengan jalan cerita yang bisa masuk ke segala umur, film ini meraih sukses besar di box office dengan total 2,8 juta penonton. Bahkan jumlah penontonnya melebihi film "Be With You" yang dibintangi oleh So Ji Sub dan Son Ye Jin. Film ini juga dinobatkan sebagai film bergenre drama romantis yang paling banyak ditonton di tahun 2018.

Semula tokoh utama pria ditawarkan pada aktor Kang Ha Neul, namun ia menolaknya, lalu posisi tersebut diambil oleh Kim Young Kwang. Sebelumnya, Kim Young Kwang dan Park Bo Young juga pernah bermain bersama di film "Hot Young Blood" yang rilis pada tahun 2014.

SINOPSIS


Hwang Woo Yeon (diperankan Kim Young Kwang), seorang guru olahraga, menerima undangan pernikahan dari seorang gadis yang merupakan cinta pertamanya.

Kemudian ia mengenang peristiwa yang terjadi 10 tahun yang lalu saat ia pertama kali bertemu dengan gadis itu. Gadis itu bernama Hwan Seung Hee. Woo Yeon jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Seung Hee. Mereka lalu bersahabat dan menjalin cinta.

Karena konflik keluarga yang dialami oleh Seung Hee, mereka berdua akhirnya berpisah. Beberapa tahun kemudian, Woo Yeon mengetahui bahwa ternyata Seung Hee berkuliah di kampus ternama. Demi bisa bertemu kembali dengan Seung Hee, Woo Yeon belajar mati-matian agar dapat diterima sebagai mahasiswa di kampus yang sama dengan Seung Hee, dan ia berhasil.

Woo Yeon dan Seung Hee kembali bertemu, namun ternyata Seung Hee sudah punya kekasih. Woo Yeon mencoba untuk move on, tapi sulit. Mereka berdua akhirnya kembali berpisah.

Disaat Woo Yeon sudah memiliki kekasih, Seung Hee tiba-tiba hadir kembali ke kehidupan Woo Yeon. Woo Yeon yang masih mencintai Seung Hee akhirnya tega memutuskan kekasihnya dan menjalin cinta dengan Seung Hee.

Namun perjalanan cinta mereka tidak mulus. Woo Yeon tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang ia impikan dan ia menuduh Seung Hee sebagai penyebabnya. Sementara itu, Seung Hee juga mulai ragu akan ketulusan cinta Woo Yeon. Dan mereka kembali berpisah.

Di masa sekarang, Woo Yeon bingung harus berbuat apa saat menerima undangan pernikahan dari Seung Hee. Apakah ia akan kembali mengejar dan membuktikan cintanya pada Seung Hee atau ia menerima semuanya dengan ikhlas.

MY REVIEW

Nonton film ini bikin gw inget sama kisah cinta pertama gw!

Kata "cinta pertama" pasti memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang. Tapi yang biasanya sering terjadi adalah first love is a unrequited love, cinta pertama biasanya tak terwujud. Ya kan? Ngacung bagi yang setuju!


Ada pelajaran tentang kehidupan dan cinta yang digambarkan oleh film ini. Salah satunya adalah cinta bisa menjadi sebuah energi yang besar bagi seseorang untuk mewujudkan keinginannya. Woo Yeon, cowo yang hobi berantem dan bodoh, akhirnya bisa keterima di kampus ternama karena ia belajar mati-matian demi cinta. If you willing to change the world, let love be your energy!

Film ini juga menggambarkan bahwa pertemuan kita dengan seseorang bisa mengubah jalan hidup kita. Jika Woo Yeon ga bertemu dengan Seung Hee, mungkin ia ga akan berkuliah di kampus ternama, mungkin dia bakalan kerja di toko jualan ayam goreng.

Banyak adegan di film ini yang bisa bikin baper. Woo Yeon ini suka sama Seung Hee pada pandangan pertama, ia rela lakukan apapun demi Seung Hee dan masih terus mencintainya hingga 10 tahun.. dan ending-nya si cewek malah mo nikah ama cowok lain... ini ni semacam ngejagain calon istri orang ya kan?

Nah, ada adegan-adegan di film ini yang mengingatkan gw sama drama fenomenal "Reply 1988". Ada yang pernah nonton drama ini? Jadi ada adegan dimana Woo Yeon dan Seung Hee bolos sekolah lalu ketahuan sama guru dan mereka berdua kabur dikejar-kejar oleh pak guru, trus mereka ngumpet di tempat yang sempit dan tanpa sengaja itunya si cewek nyenggol-nyenggol itunya si cowok.. hihi.. mirip kan adegannya??

Lalu ada juga adegan di akhir film, saat Woo Yeon baru menyadari bahwa ia akan kehilangan Seung Hee untuk selamanya karena menikah, lalu Woo Yeon ngomongin tentang "timing" dan ia langsung berlari ke venue pernikahan. Adegan ini juga mirip banget sama episode 18 drama "Reply 1988" saat Jungpal mau ngejar Duksun.. tapi malah kejebak lampu merah dan akhirnya Duksun diembat sama cowo lain. Di adegan ini, Jungpal-pun membahas tentang "timing". Love is all about timing.

Entah karena kebetulan ada kesamaan adegan di naskahnya atau mungkin malah writernim film ini terinspirasi dari drama "Reply 1988".. bagi gw ga masalah, film ini seru buat ditonton kok! Ada lucunya, ada so sweet-nya dan ada sedihnya. Ni film bakalan mengaduk-aduk hati kamu.


Tapi hati-hati saat nonton ya... soalnya film ini punya alur yang maju mundur. Ada beberapa bagian yang alurnya mungkin agak bikin bingung jika kita ngga jeli. Dan unsur komedi di film ini lebih ke sesuatu yang berbau seks, jadi mungkin ada kosa kata yang ngga begitu familiar bagi orang yang ga paham. Contohnya kata "quickie" ... buat kalian yang ngerti arti kata ini, pasti bakalan ketawa so hard.. tapi bagi kalian yang ngga ngerti artinya.. mungkin bakalan ketawa garing.. hehe

Aku suka endingnya. Memang siiih.. endingnya nyesekkk banget, tapi belum tentu jika mereka menikah mereka akan bahagia, ya kan? Dalam masalah cinta, kita ga boleh egois. Sometimes kita kudu bisa bersikap ikhlas demi kebahagiaan bersama. Bahwa terkadang cinta yang berlebihan juga tidak baik.

Film ini juga mengajarkan gw bahwa ga peduli berapa lama kita mencintai seseorang, betapa susahnya mempertahankan cinta dan seberapa besar rasa cinta kita pada seseorang, itu semua tidak menjamin bahwa kita akhirnya dapat bersama dan berbahagia dengan orang yang kita cintai itu.

"Ada orang yang ditakdirkan untuk saling mencintai namun tidak ditakdirkan untuk bersama"

No comments