REVIEW DRAMA KOREA : HYMN OF DEATH


Drama pendek "Hymn of Death" yang dibintangi oleh Lee Jong Suk dan Shin Hye Sun ini disutradarai oleh Park Soo Jin yang sebelumnya pernah bekerjasama dengan Lee Jong Suk di drama "While You Were Sleeping". Melalui drama ini pula, Lee Jong Suk dapat kembali berkerjasama dengan Shin Hye Sun, mereka berdua  sebelumnya pernah bermain bersama di drama "School 2013".

Drama yang tayang di SBS mulai 27 November hingga 4 Desember 2018 ini hanya terdiri dari 6 episode, dengan durasi 30 menit per episode. Drama yang diangkat dari kisah nyata ini juga pernah dibuat versi film pada tahun 1991 dengan judul yang sama.

Berdasarkan AGB Nielsen, drama ini berhasil meraih rating tertinggi sebesar 7,8% skala nasional. Angka yang cukup bagus, namun begitu, Lee Jong Suk sempat menjadi buah bibir karena ia mengungkapkan kekecewaan terhadap narasi dan emosi di drama ini yang menurutnya kurang bagus melalui akun instagramnya. Banyak yang mengkritik Lee Jong Suk bersikap sombong, namun banyak juga netizen yang setuju dengan perkataan Lee Jong Suk bahwa drama ini memang kurang bagus.

Dilansir dari sebuah berita, ternyata Lee Jong Suk bersedia bermain di drama ini tanpa bayaran lho. Alasannya adalah karena ia dekat dengan sang sutradara dan ia ingin menunjukkan dukungan untuk drama pendek.

SINOPSIS

Kim Woo Jin (diperankan Lee Jong Suk) adalah seorang mahasiswa di universitas Jepang yang memiliki hobi dan bakat dalam menulis puisi maupun naskah. Bersama teman-temannya, ia mencoba untuk membuat sebuah pertunjukan drama demi mendukung negaranya yang sedang dijajah oleh Jepang. Karena kurang pemain, ia lalu diperkenalkan dengan seorang mahasiswa jurusan seni bernama Yun Sim Deok (diperankan Shin Hye Sun) yang jago bernyanyi soprano.


Mereka berdua menjadi dekat dan saling menyukai. Namun hubungan mereka tidak berlanjut karena Kim Woo Jin sudah menikah tanpa cinta dengan wanita pilihan keluarganya. Yun Sim Deok memilih untuk melupakan Kim Woo Jin.

Lima tahun berlalu, Kim Woo Jin telah menjadi seorang pengusaha yang meneruskan usaha ayahnya. Sementara Yun Sim Deok telah menjadi seorang penyanyi soprano pertama di Korea. Walau telah berpisah, namun benih-benih cinta diantara mereka berdua begitu kuat dan mereka tak terpisahkan.

Demi bisa bersatu, Kim Woo Jin akhirnya rela meninggalkan keluarganya yang kaya raya demi Yun Sim Deok. Sebagai seorang penyanyi, Yun Sim Deok diterpa oleh gosip miring mengenai dirinya. Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk pergi selamanya karena menurut mereka hanya kematianlah yang dapat menyatukan mereka.

MY REVIEW

Kalo gw bilang, drama ini intinya adalah tentang CINTA TERLARANG. Jujur aja, cerita drama ini sebenernya ga ada yang spesial sih, karena udah banyak banget drama yang mengangkat tema seperti ini. Tapi karena ini diangkat dari kisah nyata dan endingnya tragis banget, jadi terasa beda dari drama lainnya.


Awal episode kita sudah disuguhi dengan adegan yang menunjukkan bahwa kedua tokoh utama bunuh diri, terjun ke laut. Lalu kita diajak untuk kembali ke masa lalu tentang awal pertemuan dan jalinan cinta mereka. Tapi gw ngga ada rasa penasaran "kenapa mereka bunuh diri?" karena dari judulnya aja udah pake kata DEATH, teasernya juga kelam, jadi gw udah menyiapkan hati tentang kemungkinan terburuk tentang ending drama ini.

Ini adalah drama pendek, total durasi cuma 3 jam, tapi kalo boleh berkata jujur.. rasanya drama ini kayak lamaaaa banget. Agak membosankan gitu karena alurnya lambat. Dan saat nonton drama ini gw juga ngga bisa tenggelam dalam emosi, padahal ceritanya sebenernya ngenes loh! Tapi gw ngga bisa ikut sedih.

Next, ijinkan gw untuk mengomentari akting pemain yaaaa... (hihi.. padahal gw sama sekali ga bisa akting dan gw juga bukan acting expert jadi pendapat gw sebenernya ga ada gunanya sih #maaf) gw agak terganggu dengan akting Shin Hye Sun unni saat nyanyi.. kayak kurang menghayati gitu. Apalagi nyanyi ala ala soprano gitu kan biasanya mulutnya terbuka dengan jelas dan ekspresi mukanya menjiwai lirik lagunya, atau kadang-kadang matanya pake merem saking mendalami lagunya. Itu aja sih... selain adegan itu sih akting unni Shin Hye Sun bagussss! Kalo akting Lee Jong Suk, gw ga ada komentar, bagus kok.

Drama ini bersetting di tahun 1920-an saat Korea lagi dijajah oleh Jepang. Gw suka sama fashionnya Shin Hye Sun, walau sebenarnya menurutku agak ga pas dengan kondisi keluarganya yang miskin.. miskin tapi kok bajunya bagus bagus.. hehe.. tapi gw suka liatnya. Ya gw paham, karakter dia kan seorang penyanyi yang dituntut untuk selalu  berpenampilan cantik, tapi untuk beli beras keluarganya aja ngga cukup.. masa bisa beli baju cantik? Btw dia keliatan cantiik bgt di drama ini.


Kalo dari segi cerita yang diangkat, gw pribadi kurang sregg.. palagi jaman sekarang lagi banyak yang ngomongin tentang pelakor ye kan.. intinya cinta memang bisa bikin orang jadi buta. Palagi cinta yang datang disaat yang tidak tepat.. yaitu saat sudah punya istri.. itu namanya tragedi. Gw kasihan banget sama istri Woo Jin (Lee Jong Suk). Mereka menikah karena perjodohan keluarga, dua-duanya sama-sama ngga punya rasa cinta, dua-duanya sama-sama dipaksa menikah, tapi at least si istri ini tetap menjalankan kewajiban sebagai istri yang baik, patuh sama suami dan bapak mertua. Tapi kenapa mas Woo Jin malah bersikap seolah-olah dia begitu menderita. Kalo gw berada di pihak si istri.. rasanya pengen gw gamparin si Woo Jin.. kkkkk

Tapi kalo melihat dari sisi Woo Jin dan Sim Deok, cinta memang tak pernah bisa disalahkan. Kita ngga bisa memilih untuk mencintai siapa karena perasaan cinta tu datang dengan sendirinya. Kadang udah mencoba sekuat tenaga dan segala cara untuk melupakan tapi tetep aja masih gagal move on. Hanya Tuhan yang bisa merubah perasaan dalam hati seseorang. Ya ga sih? 

Overall sih drama ini menurutku biasa aja, tapi karena jumlah episode nya cuma dikit, ga ada salahnya untuk dicoba lho~ Siapa tau kamu malah bisa baper berkepanjangan hehe.

No comments